Gejala Kognisi, Konasi, Emosi Dan Campuran

Ditulis oleh:
Berikut merupakan artikel mengenai Gejala Kognisi, Konasi, Emosi Dan Campuran. Silahkan disimak!

Didalam suatu individu terdapat berbagai gejala-gejala seperti kognisi, konasi, emosi dan campuran. Apakah anda sudah mengetahui apa maksud dari gejala-gejala diatas? Disini akan dijelaskan tentang gejala-gejala diatas, juga akan dijelaskan mengenai keterkaitan bakat, inteligensi, berpikir dan belajar.

1. Kognisi

Kognisi adalah kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang didapatkan dari proses berpikir tentang seseorang atau sesuatu. Proses yang dilakukan adalah memperoleh pengetahuan dan memanipulasi pengetahuan melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai, menalar, membayangkan dan berbahasa. Kapasitas atau kemampuan kognisi biasa diartikan sebagai kecerdasan atau inteligensi. Bidang ilmu yang mempelajari kognisi beragam, di antaranya adalah psikologi, filsafat, dan lain-lain.

Kepercayaan/ pengetahuan seseorang tentang sesuatu dipercaya dapat mempengaruhi sikap mereka dan pada akhirnya mempengaruhi perilaku/ tindakan mereka terhadap sesuatu. mengubah pengetahuan seseorang akan sesuatu dipercaya dapat mengubah perilaku mereka.

Gejala kognisi meliputi:

a. Pengamatan
Pengamatan adalah aktivitas yang dilakukan seseorang yang cerdas, terhadap suatu proses atau objek dengan maksud merasakan dan kemudian memahami pengetahuan dari sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang sudah diketahui sebelumnya, untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk melanjutkan suatu penelitian. Dipandang dari segi arti menunjukan hal yang sangat berbeda.

b. Tanggapan
Yaitu suatu bayangan yang tinggal dalam ingatan setelah kita melakukan pengamatan.
Tanggapan dapat dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu:
- Tanggapan masa lampau atau tanggapan ingatan
- Tanggapan masa datang atau tanggapan mengantisipasikan
- Tanggapan masa kini atau tanggapan representative (mengimajinasikan)

c. Ingatan
roses dari mengingat adalah menyimpan suatu informasi, mempertahankan dan memanggil kembali informasi tersebut.

d. Fantasi
Fantasi itu dilukiskan sebagai fungsi yang memungkinkan manusia untuk berorientasi dalamalam imajinasi melampaui dunia riil.

e. Berpikir
Berfikir merupakan proses dinamis yang dapat dilukiskan dengan proses atau jalannya.

f. Intuisi
Intuisi adalah istilah untuk kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualita


2. Konasi (Kehendak)

Kemauan merupakan salah satu fungsi hidup kejiwaan manusia, dapat diartikan sebagai aktifitas psikis yang mengandung usaha aktif dan berhubungan dengan pelaksanaan suatu tujuan. Tujuan adalah titik akhir dari gerakan yang menuju pada sesuatu arah. Adapun tujuan kemampuan adalah pelaksanaan suatu tujuan-tujuan yang harus diartikan dalam suatu hubungan. Misalnya, seseorang yang memiliki suatu benda, maka tujuannya bukan pada bendanya, akan tetapi pada mempunyai benda itu”, yaitu berada dalam relasi (hubungan), milik atas benda itu. Seseorang yang mempunyai tujuan untuk menjadi sarjana, dengan dasar kemauan, ia belajar dengan tekun, walaupun mungkin juga sambil bekerja. Dalam istilah sehari-hari, kemauan dapat disamakan dengan kehendak dan hasrat. Kehendak ialah suatu fungsi jiwa untuk dapat mencapai sesuatu yang merupakan kekuatan dari dalam dan tampak dari luar sebagai gerak-gerik.

Untuk mempermudah mempelajarinya maka gejala kemauan dibagi atas :

a. Dorongan
Dorongan ialah suatu kekuatan dari dalam yang mempunyai tujuan tertentu dan berlangsung di luar kesadaran manusia. Dorongan ini dibedakan menjadi 2 golongan yakni dorongan nafsu, dan dorongan rohaniah.

b. Keinginan
Keinginan yaitu nafsu yang telah mempunyai arah tertentu dan tujuan tertentu.

c. Hasrat
Hasrat ialah suatu keinginan tertentu yang dapat diulang-ulang.


3. Emosi (Perasaan)

Perasaan termasuk gejala jiwa yang dimiliki oleh semua orang, hanya corak dan tingkatannya tidak sama. perasaan tidak termasuk gejala mengenal, walaupun demikian sering juga perasaan berhubungan dengan gejala mengenal.

Apakah perasaan itu? Perasaan adalah suatu keadaan kerohanian atau peristiwa kejiwaan yang kita alami dengan senang atau tidak senang dalam hubungan dengan peristiwa mengenal dan bersifat subyektif. Jadi unsur-unsur perasaan ialah :
˗ bersifat subyektif daripada dengan gejala mengenal
˗ bersangkut paut dengan gejala mengenal
˗ perasaan dialami sebagai rasa senang atau tidak senang, yang tingkatannya tidak sama.

Perasaan lebih erat hubungannya dengan pribadi seseorang dan berhubungan pula dengan gejala-gejala jiwa yang lain. Oleh sebab itu tanggapan perasaan seseorang terhadap sesuatu tidak sama dengan tanggapan perasaan orang lain, terhadap hal yang sama. Karena adanya sifat subyektif pada perasaan maka gejala perasaan tidak dapat disamakan dengan pengamatan, fikiran dan sebagainya.

Pengenalan hanya berstandar pada hal-hal yang ada berdasarkan pada kenyataan, sedangkan perasaan sangat dipengaruhi oleh tafsiran sendiri dari orang yang mengalaminya. Perasaan tidak merupakan suatu gejala kejiwaan yang berdiri sendiri, tetapi bersangkut paut atau berhubungan erat dengan gejala-gejala jiwa yang lain, antara lain dengan gejala mengenal. Kadang-kadang gejala perasaan diiringi oleh peristiwa mengenal dan sebaliknya pada suatu ketika ada gejala perasaan yang menyertai peristiwa mengenal.

Gejala perasaan kita tergantung pada :
˗ Keadaan jasmani
˗ Pembawaan
˗ Perasaan seseorang berkembang sejak ia mengalami sesuatu.


4. Campuran

a. Perhatian
Perhatian adalah keaktifan jiwa yang diarahkan kepada sesuatu obyek baik di dalam maupun diluar dirinya.
Faktor yang mempengaruhi perhatian :
˗ Pembawaan
˗ Latihan dan kebiasaan
˗ Kebutuhan
˗ Kewajiban
˗ Keadaan jasmani
˗ Suasana jiwa
˗ Suasana di sekitar
- Kuat atau tidaknya perangsang dari obyek itu sendiri

b. Kelelahan
Kelelahan disebabkan karena berlangsungnya suatu aktifitas baik aktifutas jasmani maupun rohani.

c. Sugesti
Sugesti adalah pengaruh atas jiwa atau perbuatan seseorang, sehingga pikiran, perasaan dan pikirannya terpengaruh, dan dengan begitu orang mengakui apa yang di kehendaki dari padanya.
Cara untuk menyugesti :
- Dengan membujuk
- Dengan memuji
- Dengan menakut – nakuti
- Dengan menunjukan kekurangan atau kelebihan


5. Bakat Dan Inteligensi

Bakat yaitu kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu dikembangkan atau dilatih agar dapat terwujud.

Inteligensi merupakan suatu konsep mengenai kemampuan umum individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Dalam kemampuan yang umum ini, terdapat kemampuan-kemampuan yang amat spesifik. Kreativitas merupakan salah satu ciri dari perilaku yang inteligen karena kreativitas juga merupakan manifestasi dari suatu proses kognitif.


6. Berpikir Dan Belajar

Proses pemecahan masalah disebut proses berpikir. Ada beberapa macam pemecahan masalah :
- dengan insting
- dengan kebiasaan – kebiasaan
- dengan aktifitas berpikir

Bentuk –bentuk berpikir :
- berpikir dengan pengalaman
- berpikir representatif
- berpikir kreatif
- berpikir reproduktif
- berpikir rasional

Sekian artikel mengenai Gejala Kognisi, Konasi, Emosi Dan Campuran.
Lihat juga:
Perkembangan Kecerdasan Dan Kreativitas Anak
0 komentar "Gejala Kognisi, Konasi, Emosi Dan Campuran", Silahkan Masukkan Komentar:
Post a Comment