Perkembangan Kecerdasan Dan Kreativitas Anak

Ditulis oleh:
Berikut merupakan artikel mengenai Perkembangan Kecerdasan Dan Kreativitas Anak. Silahkan disimak!

Pengertian Kecerdasan

Apakah yang disebut dengan kecerdasan? Kita sudah sering mendengar kata kecerdasan, tapi apakah kita sudah memahami arti kata kecerdasan tersebut? Ada banyak pengertian tentang kecerdasan. Kecerdasan dapat dipandang sebagai kemampuan untuk belajar dari pengalaman masa lalu. Kecerdasan dapat pula dipandang sebagai kemampuan seseorang untuk menguasai kemampuan tertentu atas aneka macam ketrampilan.

Ada beberapa potensi kecerdasan dalam diri manusia yang dapat dikembangkan, antara lain:

1. Kecerdasan Linguistik
Kecerdasan dalam mengolah kata-kata secara efektif baik bicara ataupun menulis (jurnalis, penyair, pengacara)
Ciri-ciri :
- Dapat berargumentasi, meyakinkan orang lain, menghibur atau mengajar dengan efektif lewat kata-kata
- Gemar membaca dan dapat mengartikan bahasa tulisan dengan jelas

2. Kecerdasan Matematis-Logis
Kecerdasan dalam hal angka dan logika (ilmuwan, akuntan, programmer)
Ciri-ciri :
- Mudah membuat klasifikasi dan kategorisasi
- Berpikir dalam pola sebab akibat, menciptakan hipotesis
- Pandangan hidupnya bersifat rasional

3. Kecerdasan Visual-Spasial
Kecerdasan yang mencakup berpikir dalam gambar, serta mampu untuk menyerap, mengubah dan menciptakan kembali berbagai macam aspek visual (arsitek, fotografer, designer, pilot, insinyur)
Ciri-ciri :
- Kepekaan tajam untuk detail visual, keseimbangan, warna, garis, bentuk dan ruang
- Mudah memperkirakan jarak dan ruang
- Membuat sketsa ide dengan jelas

4. Kecerdasan Kinestetik-Jasmani
Kecerdasan menggunakan tubuh atau gerak tubuh untuk mengekspresiakan gagasan dan perasaan (atlet, pengrajin, montir, menjahit, merakit model)
Ciri-ciri :
- Menikmati kegiatan fisik (olahraga)
- Cekatan dan tidak bias tinggal diam
- Berminat dengan segala sesuatu

5. Kecerdasan Musikal
Kecerdasan untuk mengembangkan, mengekspresikan dan menikmati bentuk musik dan suara (konduktor, pencipta lagu, penyanyi dsb)
Ciri-ciri :
- Peka nada dan menyanyi lagu dengan tepat
- Dapat mengikuti irama
- Mendengar music dengan tingkat ketajaman lebih

6. Kecerdasan Interpersonal
Kecerdasan untuk mengerti dan peka terhadap perasaan, intensi, motivasi, watak dan temperamen orang lain (networker, negotiator, guru)
Ciri-ciri :
- Menghadapi orang lain dengan penuh perhatian, terbuka
- Menjalin kontak mata dengan baik
- Menunjukan empati pada orang lain
- Mendorong orang lain menyampaikan kisahnya

7. Kecerdasan Intrapersonal
Kecerdasan pengetahuan akan diri sendiri dan mampu bertidak secara adaptif berdasar pengenalan diri (konselor, teolog)
Ciri-ciri :
- Membedakan berbagai macam emosi
- Mudah mengakses perasaan sendiri
- Menggunakan pemahamannya untuk memperkaya dan membimbing hidupnya
- Mawas diri dan suka meditasi
- Lebih suka kerja sendiri

8. Kecerdasan Naturalis
Kecerdasan memahami dan menikmati alam dan menggunakanya secara produktif dan mengembangkam pengetahuan akan alam (petani, nelayan, pendaki, pemburu)
Ciri-ciri :
- Mencintai lingkungan
- Mampu mengenali sifat dan tingkah laku binatang
- Senang kegiatan di luar (alam)

9. Kecerdasan Eksistensial
Kecerdasan untuk menjawab persoalan-persoalan terdalam eksistensi atau keberadaan manusia (filsuf, teolog,)
Ciri-ciri :
- Mempertanyakan hakekat segala sesuatu
- Mempertanyakan keberadaan peran diri sendiri di alam/ dunia

Sebagian besar dari kita barangkali tidak mampu mengoptimalkan ke tujuh kecerdasan tersebut. Umumnya kita berada diantara kecerdasan tersebut. Ada yang menonjol di satu kecerdasan sementara lemah di kecerdasan yang lain. Namun apapun keadaan diri kita, setiap diri kita mempunyai hak untuk disebut cerdas dan menunjukkan kemampuan utama kita dalam kehidupan sehingga akan menjadi pemenang dalam kehidupan kita masing-masing.


Pengertian Kreativitas

Kreatif adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, yang belum pernah ada sebelumnya dengan menekankan kemampuan yaitu yang berkaitan dengan kemampuan untuk mengkombinasikan, memecahkan atau menjawab masalah, dan cerminan kemampuan operasional anak kreatif.

Pengertian kreativitas menurut para ahli:

1. Hurlock dalam Basuki, 2010.
Kreativitas adalah suatu proses yang menghasilkan sesuatu yang baru, dalam bentuk suatu gagasan atau suatu objek dalam suatu bentuk atau susunan yang baru.

2. Rogers dalam Basuki, 2010.
Proses kreatif adalah munculnya dalam tindakan suatu produk baru yang tumbuh dari keunikan individu, dan dari pengalaman yang menekankan pada produk yang baru, interaksi individu dengan lingkungannya atau kebudayaannya.

3. Alvian dalam Basuki, 2010.
Kreativitas adalah suatu proses upaya manusia atau bangsa untuk membangun dirinya dalam berbagai aspek kehidupannya dengan tujuan menikmati kualitas kehidupan yang semakin baik.

4. Munandar dalam Basuki, 2010.
Kreativitas adalah suatu proses yang tercermin dalam kelancaran, kelenturan (fleksibilitas) dan originalitas dalam berfikir.


Faktor Kecerdasan dalam Belajar dan Perkembangan Anak

Ada beberapa faktor-faktor kecerdasan yang menentukan tingkat kecerdasan seseorang menjadi berbeda-beda yaitu sebagai berikut :

1. Faktor Bawaan
Dimana faktor ini ditentukan oleh sifat yang dibawa sejak lahir. Batas kesanggupan atau kecakapan seseorang dalam memecahkan masalah, antara lain ditentukan oleh faktor bawaan. Oleh karena itu, di dalam satu kelas dapat dijumpai anak yang bodoh, agak pintar, dan pintar sekali, meskipun mereka menerima pelajaran dan pelatihan yang sama.

2. Faktor Minat dan Bawaan yang Khas
Dimana minat mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan dan merupakan dorongan bagi perbuatan itu. Dalam diri manusia terdapat dorongan atau motif yang mendorong manusia untuk berinteraksi dengan dunia luar, sehingga apa yang diminati oleh manusia dapat memberikan dorongan untuk berbuat lebih giat dan lebih baik.

3. Faktor Pembentukan
Dimana pembentukan adalah segala keadaan di luar diri seseorang yang mempengaruhi perkembangan intelengensi. Di sini dapat dibedakan antara pembentukan yang direncanakan, seperti dilakukan di sekolah atau pembentukan yang tidak direncanakan, misalnya pengaruh alam sekitarnya.

4. Faktor Kematangan
Dimana organ dalam tubuh manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Setiap organ manusia baik fisik maupun psikis, dapat dikatakan telah matang, jika ia telah tumbuh atau berkembang hingga mencapai kesanggupan menjalankan fungsinya masing-masing.

5. Faktor Kebebasan
Hal ini berarti manusia dapat memilih metode tertentu dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Di samping kebebasan memilih metode, juga bebas dalam memilih masalah yang sesuai dengan kebutuhannya.


Klasifikasi Kecerdasan

Secara konvensional klasifikasi kecerdasan dewasa ini masih mengikuti klasifikasi yang dikembangkan oleh Binet dan Simon, diantaranya :
1. Idiot (IQ 0 – 19); Idiot adalah suatu istilah yuridis dan paedagogis, yang diperuntukkan bagi mereka yang lemah pikiran tingkat paling rendah.
2. Embisil (IQ 20 – 49)
3. Moron (IQ 50 – 69); Moron merupakan problem terbesar masyarakat. Pada masa dewasa, moron dianggap memiliki kecerdasan
4. Inferior (IQ 70 – 79); Merupakan kelompok tersendiri dari individu-individu terbelakang. Kecakapan pada umumnya hampirsama dengan kelompok embisil,namun kelompok ini mempunyai kecakapan tertentu yang melebihi kecerdasannya. 
5. Bodoh (IQ 80 – 89); Pada umumnya kelompok ini agak lambat dalam mencerna pelajaran di sekolah.
6. Normal/Rata-rata (IQ 90 – 109); Kelompok ini merupakan kelompok yang terbesar presentasinya diantaran populasi.
7. Pandai (IQ 110 – 119); Kelompok ini pada umumnya mampu menyelesaikan pendidikan tingkat universitas atau perguruan tinggi.
8. Superior (IQ 120 – 129); Kelompok ini lebih cakap.
9. Sangat Superior (IQ 130 – 139); Kelompok ini termasuk kelompok superior yang berbeda pada tingkat tertinggi dalam kelompok tersebut.
10. Gifted (IQ 1400 – 179); Kelompok ini adalah mereka yang tidak genius tetapi menonjol dan terkenal.
11. Genius (IQ 180 ke atas); Kelompok ini bakat dan keistimewaannya telah tampak sejak kecil.


Faktor Kreativitas dan Pengembangan dalam KBM

Reni Akbar Hawadi dalam bukunya Keberbakatan Intelektual menyebutkan ciri-ciri kreativitas sebagai berikut:
1. Memiliki rasa ingin tahu yang mendalam
2. Sering mengajukan pertanyaan yang berbobot
3. Memberikan banyak gagasan, usul-usul terhadap suatu masalah
4. Mampu menyatakan pendapat secara spontan dan tidak malu-malu
5. Mempunyai/ menghargai rasa keindahan
6. Menonjol dalam satu atau lebih bidang studi
7. Dapat mencari pemecahan masalah dari berbagai segi
8. Mempunyai rasa humor
9. Mempunyai daya imajinasi (misalnya memikirkan hal-hal yang baru dan tidak biasa)
10. Mampu mengajukan pemikiran, gagasan pemecahan masalah yang berbeda dengan orang lain (orisinil)
11. Kelancaran dalam menghasilkan bermacam-macam gagasan
12. mampu menghadapi masalah dari berbagai sudut pandangan

Kreativitas peserta didik agar dapat terwujud membutuhkan adanya dorongan dalam diri individu (motivasi intrinsik) dan dorongan dari lingkungan (motivasi ekstrinsik).


Kreativitas seseorang dipengaruhi oleh:

1. Jenis kelamin
Anak laki-laki menunjukan kreativitas lebih tinggi dari pada anak perempuan, karena anak laki-laki mendapatakan kebebasan untuk hidup mandiri dan mengekspresikan kreativitasnya dari pada anak perempuan.

2. Status sosio-ekonomik
Anak yang berasal dari keluarga yang tinggkat ekonomi lebih tinggi akan lebih kreatif karena semua kebutuhan yang diperlukan untuk menunjang kraetivitas terpenuhi dari pada anak yang berasal dari ekonomi yang kurang mampu.

3. Posisi urutan kelahiran
Anak yang lahir pada urutan tengah dan terahir akan lebih kreatif daripada anak pertama karena anak pertama mendapat tekanan dari orang tua untuk memenuhi harapan orang tuanya.

4. Ukuran besar anggota keluarga
Anak yang berasal dari keluarga kecil akan lebih kreatif dari pada anak yang berasal dari keluarga besar karena keluarga besar biasanya pengasuhan anak akan lebih otoriter sehingga anak akan merasa terkengkang, sedangkan pada keluarga kecil, pengasuhannya akan lebih bebas dan anak akan bebas berkreativitas.

5. Lingkungan kota atau desa
Anak yang bersal dari lingkungan kota akan lebih kreatif dari pada anak di desa karena fasilitas di kota lebih lengkap dalam menunjang kekreativitasan anak.

6. Intelegensi
Anak yang cerdas lebih kreatif dari pada anak yang kurang cerdas karena anak yang cerdas akan lebih banyak memunculkan banyak ide-ide kreatifnya.

1 komentar :