Perkembangan Perseptual (Sensasi, Persepsi, Atensi)

Ditulis oleh:
Berikut merupakan artikel mengenai Perkembangan Perseptual (Sensasi, Persepsi, Atensi). Silahkan disimak!

Perkembangan perseptual yaitu proses pengenalan individu terhadap lingkungannya, atau kemampuan intelek untuk mencarikan makna dari data yang diterima oleh berbagai indra. Semua informasi tentang lingkungannya itu kemudian diteruskan melalui syaraf sensori ke bagian otak.

Perkembangan perseptual anak hanya mengikutsertakan aspek dari luar seperti faktor lingkungan dimana anak berkembang, seperti lingkungan sosial masyarakatnya, dan segala aspek komunikasinya. Perkembangan perseptual anak merupakan reaksi dari rangsangan untuk alat indra. Baik melalui penglihatan, pendengaran, sentuhan, atau penciuman yang kemudian akan diteruskan ke otak untuk diolah menjadi suatu persepsi yang belum diketahui kebenarannya.

Sebagai contoh: Seorang anak melihat burung yang belum pernah dilihatnya. Karena kesan pertama yang disalurkan ke otak merekam bahwa burung itu dapat menggigit, maka si anak akan mempunyai persepsi bahwa burung itu dapat menggigit dirinya dan akan timbul rasa takut dalam dirinya. Padahal belum tentu benar kalau burung itu dapat menggigit manusia.

Dalam aktivitas perseptual, ada tiga hal yang perlu dipahami yaitu proses yaitu sensasi, persepsi dan atensi.

1. Sensasi

Sensasi yaitu peristiwa penerimaan informasi oleh indra penerima. Sensasi terjadi saat adanya kontak antara informasi dengan indera penerima. Contoh gelombang udara yang bergetar diterima oleh telinga luar. Dengan demikian, dalam sensasi terjadi proses deteksi informasi secara indrawi.


2. Persepsi

Persepsi yaitu interpretasi terhadap informasi yang ditangkap oleh indera penerima. Persepsi merupakan suatu keterampilan yang dipelajari, maka proses pengajaran dapat memberikan dampak langsung terhadap kecakapan perseptual. Contoh: orang mengetahui suara yang didengar adalah suara musik, suara motor, binatang, dll.

Dua fungsi utama proses persepsi yaitu:
a. Lokalisasi (menentukan dimana letak suatu objek)
b. Pengenalan (menentukan apa objek tersebut)

Dalam prosesnya, sensasi dan persepsi mungkin itu sulit untuk dipisahkan. Artinya kedua proses itu merupakan sesuatu yang berlangsung secara bersamaan.

Dilihat dari keragaman indra penerima informasi, persepsi dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu:

a. Persepsi visual
Persepsi visual adalah persepsi yang didasarkan pada penglihatan. Persepsi ini sangat mengutamakan peran indra penglihatan (mata) dalam proses perseptualnya. Dengan demikian proses perkembanganya tergantung pada fungsi indra mata.
Pada persepsi visual, ketajaman dan kejelasan penglihatan secara tepat terjadi pada usia 5-7 tahun dan 9-10 tahun. Pada usia 10 tahun inilah perkembangan puncak dari ketajaman penglihatan yang dapat diraih oleh anak.
Dari persepsi visual, umumnya seorang anak mampu
- Mempersepsi sebuah ukuran benda adalah tetap, walaupun kelihatan berbeda apabila dilihat dari jauh atau dekat (persepsi kontanitas ukuran).
- Pada anak usia 4-6 tahun dan antara 6-8 tahun, kemampuan menggambar anak menjadi lebih beraturan dengan menempatkan item gambar pada suatu latar yang tepat (persepsi tentang objek atau gambar pokok dan latarnya).
- Dan kemampuan visual lainnya.
Dilihat dari dimensinya, ada 6 jenis persepsi visual yang dapat dibedakan yakni: persepsi konstanitas ukuran, persepsi objek atau gambar pokok dan latar, persepsi keseluruhan dan bagian, persepsi kedalam, persepsi tilikan ruang, dan persepsi gerakan.
- Persepsi konstanitas ukuran adalah kemampuan individu untuk mengenal bahwa setiap objek memiliki suatu ukuran yang konstan mekipun jaraknya bervariasi. Secara lebih kompleks persepsi ini juga merupakan kemampuan untuk menimbangsecara ukuran objek yang berbeda dengan jarak pandang yang bervariasi pula.
- Persepsi tentang objek memungkinkan individu untuk menempatkan suatu objek yang berada pada suatu latar yang membingungkan. Persepsi ini meningkat pada usia 4-8 tahun.
- Persepsi keseluruhan dan bagian merupakan kemampuan untuk membedakan bagian-bagian suatu objek dari keseluruhanya. Persepsi ini meningkat cepat pada anak usia 9 tahun.
- Persepsi kedalaman merupakan kemampuan individu untuk mengukur jarak dari posisi tubuh ke suatu objek. Perkembangannya dari bayi berumur 6 bulan dan mencapai kematangan pada 10 tahun.
- Orientasi tilikan ruang merupakan kemampuan penglihatan untuk mengidentifikasi, mengenal dan mengukur dimensi ruang.
- Persepsi gerakan melibatkan kemampuan memperkirakan dan mengikuti gerakan atau perpindahan objek oleh mata.

b. Persepsi Pendengaran
Persepsi pendengaran merupakan pengamatan dan penilaian terhadap suara yang diterima oleh bagian telinga. Persepsi pendengaran berkembang secara cepat pada waktu masa seminggu pertama setelah kelahiran dan pada masa anak-anak ketajaman pendengaran mulai berkembang. Persepsi pendengaran merupakan pengamatan dan penilaian terhadap suara yang diterima oleh bagian telinga.
Ada beberapa kemampuan persepsi pendengaran yang dikuasai anak dalam masa perkembangannya, seperti:
- Persepsi lokasi pendengaran yaitu kemampuan mendeteksi tempat munculnya suatu sumber suara. Kalau anak dipanggil dari sebelah kiri, maka anak akan menoleh ke sebelah kiri.
- Kemampuan mereka mendeteksi suara-suara yang mirip. Keterampilan membedakan suara tersebut terus berkembang hingga sekurang-kurangnya berusia 13 tahun
- Kemampuan anak untuk memperhatikan suara-suara tertentu disamping suara-suara lain yang ikut terdengar. Anak perlu fokus dalam memperhatikan suara mana yang benar-benar sedang didengarkan. Contoh: anak fokus mendengarkan guru yang sedang mengajar, walaupun ada suara gaduh dari luar kelas.

c. Persepsi Lainnya
Disamping persepsi diatas, ada persepsi yang menggunakan indra lainnya seperti sentuhan, penciuman, rasa, serta keseimbangan tubuh dan gerak. Semua kemampuan persepsi tersebut mengalami perkembangan pada masa bayi dan terus mengalami penghalusan dan penajaman hingga usia anak-anak.
Meskipun hampir semua kemampuan-kemampuan dasar persepsi sudah dimiliki sejak bayi, bahkan beberapa diantaranya oleh janin yang masih dalam kandungan, pengembangan dan penghalusannya terus berlangsung melalui interaksi dengan lingkungan. Dan, perkembangan puncak dari kemahiran dan ketajaman umumnya tercapai oleh anak usia SD. Maka dari itulah anak usia SD memerlukan perhatian khusus, terutama perhatian belajarnya yang menunjang pengembangan keterampilan anak.


3. Atensi

Atensi mengacu pada selektivitas persepsi. Dengan kesadaran, seseorang bisa hanya tertuju pada suatu objek/ informasi dengan mengabaikan objek lainnya. Seperti seseorang yang ingin melihat penyanyi di panggung dengan mengabaikan orang-orang di sekitar panggung, saat ada sebuah pertunjukkan.
Cara menentukan atensi:
- melihat selektif
- mendengar selektif
- pemilihan awal lawan lambat
- menggabungkan ciri


Implikasi Perkembangan Perseptual dalam Pembelajaran:

Perkembangan perseptual anak terjalin dengan aspek perkembangan lain. Jadi permasalahan yang terjadi dalam perkembangan perceptual anak dapat berdampak negatif pada aspek – aspek lain. Perkembangan perseptual anak masih mengalami penajaman dan penghalusan. Oleh karena itu pendidik harus memberi perhatian pada aspek perkembangan perseptual anak. Aspek ini akan berkembang dengan baik jika dirangsang dan difungsikan melalui interaksi dengan lingkungan. Jadi perlu ada pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan perseptual anak, yang akan membuat pembelajaran menjadi menyenangkan.

Untuk memberikan kesempatan pada anak untuk memfungsikan unsur perseptualnya, diperlukan pembelajaran yang hidup dengan cara pembelajaran yang memiliki karakteristik:
a. Programnya disusun secara fleksibel dan tidak kaku serta memperhatikan perbedaan individual anak.
b. Pembelajaran tidak dilakukan secara monoton dan verbalistik tetapi melalui kegiatan yang variatif seperti eksperimen, praktik, observasi langsung, permainan, dsb.
c. Melibatkan berbagai penggunaan media dan sumber belajar yang memungkinkan anak terlibat penuh proses mental dan perseptualnya.

Dengan memahami karakteristik perkembangan perseptual, peserta didik, diharapkan:
- Membantu dalam memilih dan menentukan pola-pola pembelajaran yang lebih baik dan lebih tepat, sehingga memudahkan belajar bagi peserta didik.
- Merekonstruksi dan mengorganisasikan materi pelajaran sedemikian rupa.
- Memilih dan menentukan metode yang tepat, memberikan motivasi dan bimbingan bagi setiap individu sehingga tercipta interaksi belajar yang optimal.

Sekian artikel mengenai Perkembangan Perseptual (Sensasi, Persepsi, Atensi).
Lihat juga:
Perkembangan Biologis Dan Perseptual Anak
0 komentar "Perkembangan Perseptual (Sensasi, Persepsi, Atensi)", Silahkan Masukkan Komentar:
Post a Comment