Cerita Lucu - Humor Sekolah

Ditulis oleh:
Berikut ulasan mengenai Cerita Lucu - Humor Sekolah. Silahkan disimak!

Buktikan Kepada Saya Bahwa Kursi Ini Tidak Ada

Seorang profesor filsafat berjalan untuk memberikan kuliah terakhir. Sambil menempatkan sebuah kursi di mejanya, profesor menginstruksikan kelas:

Profesor : "Dengan menggunakan segala sesuatu yang telah Anda pelajari dalam kuliah ini, buktikan kepada saya bahwa kursi ini Tidak Ada!"

Jadi, banyak mahasiswa yang memulai cerita panjang yang membuktikan bahwa kursi ini tidak ada, kecuali satu siswa. Dia menghabiskan lima detik menulis jawabannya, menyerahkan lembar jawabanya, lalu keluar ruangan kelas. Teman-temannya keheranan dengan kelakuan mahasiswa itu.

Seiring berjalannya waktu, semua mahasiswa mendapat nilai akhir mereka, dan yang menakjubkan, mahasiswa yang menulis selama lima detik tadi mendapat nilai tertinggi di kelas.

Jawaban yang ditulisnya adalah : "Kursi mana?"
"???!!!"


Ibu Agak Nggak Suka Sama Nama Kamu

Bu guru sedang mengabsen muridnya di kelas 1 sekolah dasar.

Guru : "Nana Yuliani!"
Nana : "Saya, Bu!"
Guru : "Denny Hutagalung!"
David : "Saya, Bu!"
Guru: "Tono Sutono M!"
Tono: "Saya, Bu!"
Guru: "Tono, tolong sini sebentar!"
Tono : "Kenapa, Bu Guru?"
Guru : "Ibu agak nggak suka sama nama kamu. Kalo udah Tono, jangan pake Sutono lagi. Jadinya aneh. Bilangin itu ke bapak kamu, ya!?"
Tono : "Iya, Bu!"
Guru : "Ngomong-ngomong, M-nya itu singkatan dari apa?"
Tono : "Mutono, Bu!"
Guru : "Oalah ???!!!"


Ujian Susulan 4 Mahasiswa

Ada 4 orang mahasiswa yang kebetulan telat ikut ujian semester karena bangun kesiangan. Mereka lantas menyusun strategi untuk kompak kasih alasan yang sama agar dosen mereka berbaik hati memberi ujian susulan.

Mahasiswa A : "Pak, maaf kami telat ikut ujian semester."
Mahasiswa B : "Iya pak. Kami berempat naik angkot yg sama dan ban angkotnya meletus."
Mahasiswa C : "Iya kami kasihan sama supirnya. Jadinya kami bantu dia pasang ban baru."
Mahasiswa D : "Oleh karena itu kami mohon kebaikan hati bapak untuk kami mengikuti ujian susulan."

Sang dosen berpikir sejenak dan akhirnya memperbolehkan mereka ikut ujian susulan. Keesokan hari ujian susulan dilaksanakan, tapi keempat mahasiswa diminta mengerjakan ujian di 4 ruangan yg berbeda.

Mahasiswa : "Ah, mungkin biar tidak menyontek," pikir para mahasiswa.

Ternyata ujiannya cuma ada 2 soal. Dengan ketentuan mereka baru diperbolehkan melihat dan mengerjakan soal kedua setelah selesai mengerjakan soal pertama.

Soal pertama sangat mudah dengan bobot nilai 10. Keempat mahasiswa mengerjakan dengan senyum senyum.

Giliran membaca soal kedua dengan bobot nilai 90. Keringat dingin pun mulai bercucuran.
Di soal kedua tertulis : "Kemarin, ban angkot sebelah mana yang meletus?"
"???!!!"


Kamu Keturunan Yugoslavia Ya

Seorang guru baru tengah mengabsen murid-muridnya. Sang guru tertarik dengan sebuah nama, dan memanggil murid dengan nama tersebut.

Guru : "Smary Saklitinov, coba kemari"
Murid : "Iya Bu."
Guru : "Sini kamu Nak, kamu keturunan yugoslavia ya?"
Murid : "Bukan Bu."
Guru : "Lalu kenapa nama kamu Smary Saklitinov?"
Murid : "Oh, Smary itu singkatan dari nama Bapak saya S(urtono) dan Ibu saya Mary(anti)."
Guru : "Mmmm, kalau Saklitinov?"
Murid : "Sabtu kliwon tiga november"
Guru : "Ohh ???!!!"


Salah Pengertian

Bu Inem baru saja di terima sebagai guru bimbingan konseling di sebuah sekolah. Suatu hari dia melihat si Jono berdiri sendirian di pinggir lapangan belakang sekolah, sementara ada murid yang lain sedang asyik bermain bola. Karena merasa kasihan, Bu Inem mendekat dan menyapa dengan ramah.

Bu Inem : "Hai Jono, bolehkah saya menemani kamu?"
Jono : "Iya, Bu." Jono menjawab. Tapi pandangan mata anak itu masih tertuju pada teman-temannya di tengah lapangan.
Bu Inem : "Ah, anak ini kasihan sekali, Pasti dia ingin ikut bermain." Pikir Inem.
Sebagai guru bimbingan konseling yang baik, Inem ingin tahu masalah apa yang membuat Jono menyendiri seperti itu.
Bu Inem : "Kenapa kamu berdiri di sini sendirian, Jono?"
Jono : "Saya sedang jadi kiper, Bu."
Bu Inem : "Halah ???!!!"


Ada Nggaaaaak?

Hari pertama nan indah di sebuah TK Mawar Merah yang diasuh oleh seorang Ibu guru Lisa yang berjiwa Komunis. Ia mulai mengambil sebuah penghapus papan tulis, dan mulai berkata pada anak-anak TK di kelasnya itu:

Bu Lisa : "Anak-anak penghapusan ini kelihatan nggak?"
Anak-Anak : "Keliatan."
Bu Lisa : "Artinya penghapus ini ada nggak?"
Anak-Anak : "Adaaa!"
Kemudian ia lalu mengambil sebuah kapur putih.
Bu Lisa : "Anak-anak kapur ini kelihatan nggak?"
Anak-Anak : "Keliatan."
Bu Lisa : "Kapur ini ada nggak?"
Anak-Anak : "Adaaa!"
Bu Lisa : "Anak-anak, Tuhan itu kelihatan nggak?"
Anak-Anak : "Nggak."
Bu Lisa : "Berarti Tuhan itu ada ngaak?"
Anak-Anak : "Nggak ada." (Tanpa mikir panjang.)

Di pojok belakang kelas tiba-tiba Azis, anak murid yang paling badung dan termasuk yang paling nakal berdiri. Kemudian dia berkata lantang di depan kelas :

Azis : "Kawan-kawan, otak ibu kelihatan nggak?"
Anak-Anak : "Nggak."
Azis : "Berarti otak ibu guru ada nggak?"
Anak-Anak : "Nggak." Jawab teman-temannya.

Sekian artikel mengenai Cerita Lucu - Humor Sekolah.
Lihat juga:
Kumpulan Cerita Lucu Banget (Terbaru)
0 komentar "Cerita Lucu - Humor Sekolah", Silahkan Masukkan Komentar:
Post a Comment