Cerpen - Love Makes Me Strong

Ditulis oleh: Catatan Andrean Perdana
Cerpen - Love Makes Me Strong

“Ka, lu bengong dari tadi ya.?”

Suara Sisi membuyarkan lamunanku. Tak terasa aku melamun sejak tadi tanpa memperhatikan Sisi yang bercerita kesana kemari tentang pacarnya. Pacar yang selalu menjadi kebanggaannya.

“Eh sorry Si, nggak sadar nih.”  Jawabku sederhana.
“Udah deh aku pulang aja ya.? udah nggak asik nih.” Gerutu Sisi.
“Sorry sorry deh.” Maafku lagi.

Tak terasa beberapa hari terakhir ini aku memang sering melamun. Melamun dalam sepinya malam berhiaskan bintang. Seakan bintang selalu menemaniku. Seakan bintang pun tahu perasaanku.

“Lu kenapa sih ka.? Lagi ada masalah.? Kalo ada masalah cerita dong sama gue. Gue kan temen lu. Mungkin aja gue bisa bantu.” Sisi mulai membuka mulutnya.

Sisi memang terkenal anak yang care sama teman-temannya. Tapi cerewetnya itu berlebihan. Bisa di bilang kalau ibu-ibu aja kalah cerewet sama dia.

“Nggak papa kok Si, gue nggak ada masalah kok.” jawabku.
“Yaudah, tapi kalau ada masalah, lu harus cerita sama gue ya.” Lanjut Sisi.

Aku hanya mengangguk perlahan mengiyakan pertanyaan Sisi. Dia pun terdiam, membiarkanku tenggelam dalam kesendirian. Mungkin dia mengerti kalau aku memang sedang ingin menyendiri.

Sisi pulang meninggalkanku sendiri dalam sepi. Aku tidak pernah sehampa ini sebelumnya. Saat aku merasakan kehampaan, aku hanya bisa menutup mata. Aku tahu tidak ada yang tahu siapa diriku sebenarnya.

Hidup itu seperti perahu. Kita semua mendayung perahu takdir dalam mengarungi hidup ini. Ombak akan terus datang dan kita tidak dapat lari. Tapi jika kita sampai tersesat, sang ombak akan memandu kita melewati hari lain.

Aku berdoa dalam sepi, menunggu hari yang baru. Aku ingin berlari, tapi aku tak bisa. Bulan kembali memulai fase baru menemaniku. Aku hanya bisa menunggu sampai perahu takdir ini disinari dengan terangnya.

Tak ada yang tahu siapa diriku sebenarnya. Tidak ada yang tahu perasaanku sebenarnya. Tapi saat aku butuh seseorang tuk menemani, aku tahu dia akan menemaniku dan membuatku kuat.

Dia, hanya dia, selalu dia yang ada di pikiranku.
Dia, hanya dia, yang selalu mengalihkan duniaku.

Aku ingin dia tahu siapa diriku sebenarnya.
Aku tak mengira merasakan ini kepadanya.
Dan jika dia sampai butuh seseorang untuk menemani.
Aku akan menemaninya dan membuatnya tetap kuat.

Sosok cantik yang sangat kucintai dalam sepi.
Sisi. :*
A fiction story inspired by Rie Fu - Life Is Like A Boat.

# Andrean Perdana #
0 komentar:
Posting Komentar

0 komentar:
Posting Komentar