Cerpen - Terlalu Singkat

Ditulis oleh: Catatan Andrean Perdana
Cerpen - Terlalu Singkat


Aku mengaguminya layaknya aku mengagumi senja. Dirinya yang selalu ku nanti seperti aku menanti senja. Pesonanya tampak indah seperti senja tercerah. Seumur hidupku, aku tak pernah merasakan hal seperti ini, merasa bahagia saat dia tersenyum, merasa khawatir saat dia kecewa, dan merasa gundah saat dia bersedih.
“Inikah yang dinamakan cinta sejati itu.?”
“Sampai aku rela menunggunya selama ini.?”
“Sampai aku tak bisa pergi ke lain hati.?”
“Inikah yang dinamakan cinta sejati.?”
Aku melihatnya tersenyum, dan aku bahagia. Aku melihatnya tertawa, akupun bahagia. Melihatnya bahagia saja telah membuat hatiku tenang. Senyum demi senyum menguntai bibir indahnya, mengalun merdu seperti melodi, bermekaran indah seperti bunga, lepas bebas seperti kupu kupu, dan berkilauan seperti permata.

Aku pun ingin membuatnya tersenyum, bibir indah yang akan selalu kubuat tersenyum saat bersamaku. Aku pun ingin membuatnya tertawa, tertawa bahagia dalam pelukku. Aku pun ingin memberikan jiwa ragaku untuknya, hanya untuknya, selalu membuatnya bahagia, dengan memilikiku dan mencintaiku.

Aku tak ingin senyuman itu hilang dari wajah cantiknya. Percayalah padaku, aku sanggup menjaga senyum indahnya tetap menghiasi bibir mungil itu. Percayalah padaku, bersamaku akan terasa lebih berwarna, seperti pelangi selepas rintik hujan reda. Karna hidup ini terlalu singkat tanpa kau mencoba cintaku.

“Langkah kaki itu yang kan selalu ku tunggu..”
“Senyuman itu yang kan selalu ku rindu..”
“Tetaplah indah walau senja tak lagi cerah..”

A fiction story inspired by Sheila On 7_Terlalu Singkat.

# Andrean Perdana #
0 komentar:
Posting Komentar

0 komentar:
Posting Komentar