Cerpen - Terbias

Ditulis oleh: Catatan Andrean Perdana
"Uft, membosankan!" Gerutuku sambil memandang berkeliling.

Sekelilingku memang tampak asing, semuanya begitu asing. Mataku melirik ke kanan dan kekiri, terbingungkan oleh keadaan. Suara speaker yang keras memekakkan telingaku, membangunkanku dari rasa kantuk yang melanda.

Dua anak kecil berlari-lari riang di koridor depan tempat dudukku. Melompat kesana kemari tanpa ada masalah yang mengikuti.

"Indahnya hidup mereka, ingin rasanya kembali ke masa kanak-kanak lagi." Pikirku dalam.

Dua ibu-ibu tua terdiam sambil memasukkan satu persatu biji kwaci ke mulut mereka, mengacuhkan acara yang berlangsung. Belasan bapak-bapak paruh baya menunggu selesainya acara dengan raut wajah teramat bosan.

Aku pun hanya bisa terdiam dalam bosan, tanpa tahu apa yang harus ku lakukan, tanpa tahu apa yang harus ku kerjakan. Kuhentak-hentakan kakiku mengiringi irama kehidupan, berharap kebosanan akan menghilang. Rasa lapar mulai melanda akibat sarapan yang kutinggalkan. Kuhabiskan teh botol yang kupegang, sambil melihat isi snack tanpa rasa ingin memakannya.

"Membosankan!" Gerutuku lagi yang memang cepat bosan.

"Bukan seperti ini yang kuinginkan, bukan seperti ini yang kuharapkan. " Gerutuku lagi dan lagi.

Semuanya lama-kelamaan terbias lalu menghilang bersama keadaan. Rasa emosi tersimpan jauh tanpa bisa ku luapkan. Semua keluh kesah terpendam dalam tanpa bisa ku ungkapkan.

"Huft!!! Argh!!!"

Gerutu seorang remaja yang masih terngiang akan masa kecil saat beranjak menuju kedewasaan.
Cerpen - Terbias



A fiction story based on daily life..

# Andrean Perdana #
0 komentar:
Posting Komentar

0 komentar:
Posting Komentar