Cerpen - Buried

Ditulis oleh: Catatan Andrean Perdana
Cerpen - Buried

“I love you no matter what happens.”
“No matter what you've done.”
“No matter what you will do.”
“No matter how hard is it.”
“No matter what anybody says.”
“No matter what, i'll always love you.”
“I love you and i don’t wanna lose you.”
“Because you're everything to me.”

Tepat tiga tahun lalu kata-kata tersebut terucap. Di ujung senja, berhiaskan bunga. Duduk bersimpuh, saling bertatap mata. Aku bahkan telah mencintaimu jauh sebelum itu. Bertahun-tahun aku mencintaimu, tak  pernah berubah sedikitpun.

“Aku mencintaimu, tak peduli apapun yang terjadi.”
“Tak peduli pelangi tak berwarna lagi.”
“Tak peduli hujan tak meneteskan air lagi.”
“Tak peduli bunga matahari tak menatap mentari lagi.”
“Aku akan tetap mencintaimu, dan akan tetap seperti itu.”

Ku pegang erat tanganmu, ku tatap wajah cantikmu. Ku katakan hal serupa, lagi, hari ini. Tanpa pernah bosan kamu mendengarnya. Kamu pun tersenyum, kamu tersipu.

“Aku tahu, tak perlu kamu katakan pun aku tahu.”

Kamu tersenyum lagi. Senyum yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Senyum yang menunjukkan kamu mencintaiku seperti aku mencintaimu. Dulu ataupun sekarang, tak ada yang berbeda.

Aku bahagia melihatmu tersenyum. Aku beruntung karna memilikimu dan mencintaimu. Aku percaya kamu, tak peduli apapun itu. Namun, ada satu hal yang membuatku ragu.

Satu hal! Hanya satu hal!
Satu hal yang ingin aku sampaikan, tapi aku tak mampu.
Satu hal yang ingin aku tanyakan, tapi aku tak sanggup.
Terbersit lirih, merantai perlahan, satu pertanyaan tanpa ada jawaban.

“Apakah aku tak cukup bagimu.?”

Satu pertanyaan yang membuatku gila!.
Memang!.
Aku memang gila!.

Gila karena aku tahu sikap burukmu, dan aku tak mampu mengatakannya. Gila melihat tingkah polosmu, menutupi semua keburukanmu. Gila karena tersenyum di depanmu, aku tak ingin berpisah darimu. Gila karena aku tahu, aku takkan bisa hidup tanpamu.

Aku tak percaya kamu mengecewakanku. Berbulan-bulan aku telah meragu, melihatmu bersamanya sungguh menyakitkan. Sikap polosmu membunuhku perlahan. Aku ingin menangis di depanmu, tapi aku tak bisa. Aku ingin marah terhadapmu, namun aku tak mampu.

Aku tak sanggup lagi, memendam semua ini sendiri. Aku ingin semuanya berakhir, tapi aku tak bisa. Aku benar-benar mencintaimu. Aku benar-benar membutuhkanmu.

“I love you yesterday.”
“I love you still.”
“I always have.”
“I always will.”

“No matter what i do.”
“No matter what you do.”
“No matter how much you've hurt me.”
“I always love you.”

Kau telah menyadarku akan ketakutan terbesarku. Hatimu tak sepenuhnya milikku, pikiranmu tak sepenuhnya untukku. Tapi aku akan tetap bersamamu. Aku mencintaimu, dan akan tetap seperti itu!.

Aku mencintaimu, dan akan tetap seperti itu!.

I'm with you. No matter what else you have in your head. I love you and i'm with you.
~ Ernest Hemingway ~

A fiction story inspired by Sam Smith – I’m Not The Only One.
In order to challenge with someone there.

# Andrean Perdana #
0 komentar:
Posting Komentar

0 komentar:
Posting Komentar